Portal berita terlengkap Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
π Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, NTTSumber: BPS Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2026, Tabel 5.2.3 & 5.2.4 β Dinas Pertanian
Perkebunan merupakan sektor penting dalam perekonomian Kabupaten Rote Ndao. Bersama pertanian dan perikanan, sektor ini menyumbang 46,64% terhadap PDRB Rote Ndao tahun 2025. Tanaman perkebunan utama meliputi kelapa dan jambu mete yang menjadi andalan ekspor dan sumber penghasilan masyarakat.
π Sumber: BPS Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2026, Tabel 5.2.3 & 5.2.4 (Dinas Pertanian)
Kelapa merupakan komoditas perkebunan utama di Kabupaten Rote Ndao. Dengan luas areal 5.049,25 ha dan produksi 3.866,8 ton pada tahun 2025, kelapa menjadi sumber penghasilan utama bagi ribuan petani di seluruh kecamatan. Dari kelapa, masyarakat Rote Ndao memproduksi kopra, minyak kelapa, dan berbagai produk turunan lainnya. Pohon kelapa juga dimanfaatkan untuk produksi gula merah dan sopi (minuman tradisional khas Rote).
Jambu mete menjadi komoditas perkebunan kedua yang penting di Rote Ndao. Luas areal jambu mete mencapai 1.302,50 ha dengan produksi 79,70 ton pada tahun 2025. Tanaman ini tersebar di lahan-lahan kering di berbagai kecamatan dan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi petani.
Tembakau juga dibudidayakan di Kabupaten Rote Ndao meskipun dalam skala terbatas. Pada tahun 2025, luas areal tembakau mencapai 20 ha dengan produksi 8 ton. Tembakau Rote dikenal dengan cita rasa khasnya dan dipasarkan di pasar lokal NTT.
Berdasarkan data BPS, komoditas perkebunan lain seperti kopi, kakao, cengkeh, dan pala masih belum berkembang di Kabupaten Rote Ndao. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan agribisnis perkebunan di masa depan. Dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.