Sejarah Rote Ndao

Sejarah Kabupaten Rote Ndao

Kurator: rotendao.com | Sumber: Wikipedia, roolnews.id, victorynews.id, UU No. 9/2002 | Terakhir diperbarui: 26 Mei 2026

Sejarah Kabupaten Rote Ndao terbentang dari masa kerajaan-kerajaan kecil (nusak), masa kolonial, hingga menjadi kabupaten otonom pada tahun 2002. Berikut adalah kronologi sejarahnya berdasarkan sumber-sumber terverifikasi.

Masa Nusak (Pra-Kolonial)

Sebelum masa kolonial, wilayah Rote terdiri dari 18 nusak (kerajaan kecil) yang masing-masing dipimpin oleh seorang Mana’ (raja). Ndao merupakan wilayah tersendiri dengan struktur yang serupa. Beberapa nusak terkenal antara lain Bilba, Thie, Lole, Korbafo, Dengka, Ba’a, Landu, Ringgou, dan Bokai. Struktur sosial masyarakat Rote pada masa itu didasarkan pada leo (klan).
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia (mengutip James J. Fox, “Panen Lontar: Sejarah Ekologi dan Sosial di Pulau Rote”, 2017) [1]

Masa Kolonial

Pada abad ke-17, VOC mulai masuk ke wilayah Rote dan mengikat kontrak dengan raja-raja setempat sejak tahun 1660-an. Rote menjadi pemasok kayu cendana dan tenaga kerja. Pada masa pemerintah Hindia Belanda, sistem Afdeeling Rote diberlakukan dan para Mana’ dijadikan pejabat kolonial (zoneller).
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia (mengutip “Sejarah Daerah Nusa Tenggara Timur”, Depdikbud, 1978) [1]

Misi Penyebaran Agama Kristen

Misi Gereformeerde Zending berkembang di Rote pada abad ke-19. Sistem Fettor (guru jemaat) sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Kristen di kalangan masyarakat Rote. Pendeta pribumi pertama, Jacob Fanggidaej, berasal dari Nusak Thie.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia (mengutip Middelkoop, 1968) [1]

Masa Kemerdekaan hingga Pembentukan Kabupaten

Setelah kemerdekaan Indonesia, wilayah Rote Ndao menjadi bagian dari Kabupaten Kupang berdasarkan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958. Wilayahnya terdiri dari 3 kecamatan: Rote Timur, Rote Tengah, dan Rote Barat.

Pada tahun 1968, Gubernur NTT mengeluarkan keputusan untuk membentuk Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao di bawah Kabupaten Kupang, dan menunjuk D.C. Saudale sebagai kepala wilayah. Kemudian pada tahun 1979, statusnya berubah menjadi Wilayah Pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao.

Memasuki tahun 2000, muncul keinginan kuat dari masyarakat Rote Ndao untuk meningkatkan status menjadi kabupaten definitif. Sebanyak 300 tokoh masyarakat dan tokoh adat dari 19 Nusak menyatakan dukungannya.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia [1]

Pembentukan Kabupaten Rote Ndao

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditetapkan pada 10 April 2002. Sejak tahun 2026, Hari Ulang Tahun Kabupaten Rote Ndao resmi diperingati setiap tanggal 10 April.
Sumber: roolnews.id (10 April 2026) [2], UU No. 9/2002 [3]

  • Bupati pertama: Christian Nehemia Dillak, S.H. (ditunjuk sebagai Penjabat Bupati 27 Juli 2002)
  • Ibu kota kabupaten: Baa (Kecamatan Lobalain)
  • Kabupaten induk: Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Dasar hukum: UU No. 9 Tahun 2002

Timeline Kepemimpinan Rote Ndao

Periode Koordinatorschap Rote Ndao — sebelum otonomi daerah
1969–1974
David Constantijn Saudale, BA — Koordinator Schap Rote Ndao
1974–1976
Drs. R.A.D. Chandra Hasyim — Koordinator Schap Rote Ndao
Periode Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao
1976–1983
Drs. Thimotius Mezakh Hermanus — Pembantu Bupati
1983–1988
Drs. George Bait — Pembantu Bupati
1988–1994
Drs. Ruben Izaack — Pembantu Bupati
1994–2001
Benjamin Messakh, BA — Pembantu Bupati
Masa Otonomi Daerah — Kabupaten Rote Ndao (UU No. 9/2002)
27 Jul 2002 – Agu 2003
Christian N. Dillak, S.H.Penjabat Bupati
Agu 2003 – 18 Des 2003
Pieter A. Tallo, S.H.Penjabat Bupati
2003
Drs. Djidon de Haan, M.Si.Pelaksana Harian
18 Des 2003 – 18 Des 2008
1. Christian N. Dillak, S.H.
Bupati definitif pertama — Periode I
18 Des 2008 – 9 Feb 2009
Drs. Frans Lebu RayaPenjabat Bupati
Dr. Ir. Jamin Habid, M.M.Pelaksana Harian
9 Feb 2009 – 9 Feb 2014
2. Drs. Leonard Haning, M.M.
Bupati definitif — Periode II
9 Feb 2014 – 9 Feb 2019
2. Drs. Leonard Haning, M.M.
Bupati definitif — Periode III (2 periode) — Wakil: Jonas C. Lun, S.Pd.
9 Feb 2019 – 14 Feb 2019
Drs. Jonas M. Selly, M.Si.Pelaksana Harian
14 Feb 2019 – 14 Feb 2024
3. Paulina Haning-Bullu, S.E.
Bupati perempuan pertama — Periode IV — Wakil: Stefanus M. Saek
14 Feb 2024 – 16 Feb 2024
Drs. Jonas M. Selly, M.Si.Pelaksana Harian
16 Feb 2024 – 20 Feb 2025
Oder Maks Sombu, S.H., M.A., M.H.Pelaksana Harian / Penjabat Bupati
20 Feb 2025 – sekarang
4. Paulus Henuk, S.H.
Bupati definitif — Periode V — Wakil: Apremoi D. Dethan

Bupati definitif

Penjabat / Plh.

Pra-otonomi

Petahana

Timeline Kepemimpinan Rote Ndao

1969–1979
D.C. Saudale — Koordinator Schap Rote Ndao
27 Jul 2002 – Agu 2003
Christian N. Dillak, S.H.Penjabat Bupati
Agu 2003 – 18 Des 2003
Pieter A. Tallo, S.H.Penjabat Bupati
2003
Drs. Djidon de Haan, M.Si.Pelaksana Harian
18 Des 2003 – 18 Des 2008
1. Christian N. Dillak, S.H.
Bupati definitif pertama — Periode I
18 Des 2008 – 9 Feb 2009
Drs. Frans Lebu RayaPenjabat Bupati
Dr. Ir. Jamin Habid, M.M.Pelaksana Harian
9 Feb 2009 – 9 Feb 2014
2. Drs. Leonard Haning, M.M.
Bupati definitif — Periode II
9 Feb 2014 – 9 Feb 2019
2. Drs. Leonard Haning, M.M.
Bupati definitif — Periode III (2 periode) — Wakil: Jonas C. Lun, S.Pd.
9 Feb 2019 – 14 Feb 2019
Drs. Jonas M. Selly, M.Si.Pelaksana Harian
14 Feb 2019 – 14 Feb 2024
3. Paulina Haning-Bullu, S.E.
Bupati perempuan pertama — Periode IV — Wakil: Stefanus M. Saek
14 Feb 2024 – 16 Feb 2024
Drs. Jonas M. Selly, M.Si.Pelaksana Harian
16 Feb 2024 – 20 Feb 2025
Oder Maks Sombu, S.H., M.A., M.H.Penjabat Bupati
20 Feb 2025 – sekarang
4. Paulus Henuk, S.H.
Bupati definitif — Periode V — Wakil: Apremoi D. Dethan

Bupati definitif

Penjabat / Plh.

Perkembangan Pasca Otonomi

Sejak menjadi kabupaten otonom, Rote Ndao mengalami berbagai perkembangan:

Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan laporan Bupati Paulus Henuk pada HUT ke-24 Kabupaten Rote Ndao (2026), pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,96 persen, berada di atas rata-rata provinsi NTT maupun nasional.
Sumber: roolnews.id (10 April 2026) [2]

Tata Kelola Pemerintahan
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama lima tahun berturut-turut (2021–2025). SAKIP meraih predikat B (Baik) pada tahun 2024 dan 2025.
Sumber: roolnews.id (10 April 2026) [2]

Kesehatan dan Kesejahteraan
Meraih UHC Awards 2026. Peringkat ke-3 terbaik di NTT dalam penurunan stunting. Tingkat kemiskinan (2025): 24,37%. Angka harapan hidup: 70,17 tahun.
Sumber: roolnews.id (10 April 2026) [2]

Pendidikan
Harapan lama sekolah: 13,24 tahun. Rata-rata lama sekolah: 7,84 tahun.
Sumber: roolnews.id (10 April 2026) [2]

Industri dan Pembangunan
Perintis industri garam di NTT melalui Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN). Pembangunan Jobber BBM untuk menjamin ketersediaan energi. Kerangka pembangunan Mbule Sio (9 Agenda Perubahan).
Sumber: roolnews.id (10 April 2026) [2]


Referensi

  1. Wikipedia Bahasa Indonesia — “Kabupaten Rote Ndao”. Diakses 26 Mei 2026.
  2. “Catat Sejarah Baru, HUT ke-24 Kabupaten Rote Ndao Kini Diperingati Setiap 10 April” — roolnews.id, 10 April 2026.
  3. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao.
  4. Wikipedia Bahasa Indonesia — “Daftar Bupati Rote Ndao”. Diakses 26 Mei 2026.
  5. “Pisah Sambut Bupati dan Wakil Bupati, Paulina Haning-Bullu Titip Pesan Penting” — roolnews.id, 20 Februari 2024.
  6. “Sejarah Baru, 961 Kepala Daerah Dilantik Serentak di Istana, Bupati Rote Ndao Siap Laksanakan Amanat Presiden” — roolnews.id, 20 Februari 2025.
Catatan: Halaman ini disusun berdasarkan sumber-sumber yang tercantum. Jika Anda menemukan ketidakakuratan, silakan hubungi Kurator.
Scroll to Top