Geografi Rote Ndao

Geografi Kabupaten Rote Ndao

Kurator: rotendao.com | Sumber: BPS (Rote Ndao Dalam Angka), BIG (Ina-Geoportal), Kemendagri, BMKG, Kemenkeu, BRIN, Wikipedia, Detikcom, roolnews.id | Terakhir diperbarui: 26 Mei 2026

Kabupaten Rote Ndao adalah kabupaten paling selatan di Indonesia yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayahnya mencakup Pulau Rote dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan Laut Sawu.

Pantai Boa, Rote Ndao

Pantai Boa, Rote Ndao. Sumber: Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Letak Astronomis

Secara astronomis, Kabupaten Rote Ndao terletak pada:

  • Lintang Selatan: 10°25’52” – 11°00’27” LS
  • Bujur Timur: 122°38’33” – 123°26’29” BT

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia[1]

Luas Wilayah

  • Luas daratan: 1.280,10 km²
  • Jumlah pulau: 107 pulau (Pulau Rote sebagai pulau utama)
  • Ketinggian: 0–444 meter di atas permukaan laut
  • Titik tertinggi: Bukit Musaklain (444 mdpl) di selatan Pulau Rote

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia[1], BPS “Rote Ndao Dalam Angka”[2]

Batas Wilayah

Arah Batas
Utara Laut Sawu
Selatan Samudra Hindia
Timur Selat Pukuafu (berbatasan dengan Kab. Timor Tengah Selatan)
Barat Samudra Hindia

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia[1]

Topografi

Bentang alam Kabupaten Rote Ndao didominasi oleh perbukitan bergelombang dan dataran sempit di sepanjang pesisir. Bagian selatan pulau banyak terdapat tebing kapur dan pantai berbatu, sementara bagian utara memiliki pantai berpasir yang landai. Titik tertinggi wilayah ini berada di Bukit Musaklain dengan ketinggian 444 mdpl.

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia[1]

Iklim

  • Tipe iklim: Tropis (muson tropis)
  • Musim hujan: November – April
  • Musim kemarau: Mei – Oktober
  • Suhu rata-rata: 22°C – 34°C
  • Curah hujan: ±2.000 mm/tahun

Sumber: BPS “Rote Ndao Dalam Angka”[2]

Pembentukan Wilayah

Kabupaten Rote Ndao resmi dibentuk sebagai kabupaten otonom pada tahun 2002 berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao, dengan ibu kota di Baa. Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sumber: UU No. 9/2002[4], Wikipedia Bahasa Indonesia[1]

Daftar 11 Kecamatan

Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 11 kecamatan, 7 kelurahan, dan 112 desa. Pada tahun 2020, terjadi pemekaran dengan terbentuknya Kecamatan Loaholu dari Kecamatan Rote Barat Laut.
Sumber: roolnews.id[3], Kemendagri[5]

No Kecamatan Ibu Kota Keterangan
1 Rote Barat Daya Oelua
2 Rote Barat Daleholu
3 Rote Barat Laut Busalangga Kecamatan induk Loaholu
4 Rote Tengah Londalusi
5 Rote Selatan Donggo
6 Rote Timur Papela
7 Pantai Baru Oeseli
8 Rote Utara Termanu
9 Lobalain Baa Pusat pemerintahan
10 Ndao Nuse Ndao
11 Loaholu Oelua Pemekaran 2020 dari Rote Barat Laut

Sumber: roolnews.id, “Kemendagri Resmi Terbitkan Surat Kode Wilayah Kecamatan Loaholu” (16 Juli 2020)[3]



Referensi

🔵 SUMBER PEMERINTAH (Primer / Paling Otoritatif)
Data resmi dari lembaga pemerintah pusat dan daerah yang diakui secara nasional:
  1. Wikipedia Bahasa Indonesia — “Kabupaten Rote Ndao”. Diakses 26 Mei 2026. (Mengacu pada sumber-sumber resmi yang terverifikasi di dalamnya)
  2. BPS Kabupaten Rote Ndao — “Rote Ndao Dalam Angka 2026” (dan seri tahunan sebelumnya). Publikasi statistik paling komprehensif — meliputi geografi, iklim, demografi, pertanian, perekonomian, dan kesejahteraan sosial. Diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik RI, lembaga statistik resmi negara.
  3. BPS Kabupaten Rote Ndao — “Statistik Daerah Kabupaten Rote Ndao 2024”. Publikasi analisis statistik daerah yang diterbitkan secara tahunan.
  4. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao. Lembaran Negara RI Tahun 2002 Nomor 88. Dasar hukum pembentukan daerah otonom. Tersedia di Peraturan BPK RI.
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan. JDIH Kementerian Dalam Negeri RI.
  6. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri 137/2017. Memuat pemutakhiran kode wilayah, termasuk pemekaran Kecamatan Loaholu.
  7. Badan Informasi Geospasial (BIG) — Ina-Geoportal. Peta Rupabumi Indonesia (RBI) Skala 1:50.000 Lembar Pulau Rote (Lembar 2107-xxx). Data garis pantai, batas administrasi, kontur topografi, dan hidrografi. Sumber peta dan data geospasial paling otoritatif untuk wilayah NKRI.
  8. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) — “Peta Rata-Rata Curah Hujan Periode 1991-2020 Indonesia”. Data curah hujan klimatologis 30 tahunan dari Stasiun Meteorologi Lekunik, Rote. bmkg.go.id/iklim
  9. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) — Kementerian Keuangan RI. Postur APBD Kabupaten Rote Ndao, Data Alokasi Transfer ke Daerah (DAU, DAK, Dana Desa). Data keuangan publik yang diaudit BPK.
  10. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Data potensi kelautan, luas perairan, Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Rote Ndao, dan pengelolaan sumber daya pesisir.
  11. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao — Portal Resmi Daerah. Profil daerah, RPJMD, dokumen perencanaan pembangunan, dan data pemerintahan daerah. Sumber primer pemerintah daerah.
🟡 SUMBER AKADEMIK & PENELITIAN ILMIAH
Publikasi dari universitas terakreditasi dan lembaga riset nasional/internasional:
  1. ResearchGate — “Geological Map of Rote Ndao, East Nusa Tenggara”. Peta geologi ilmiah yang menampilkan formasi batuan, struktur geologi, dan umur geologis Pulau Rote. Sumber: penelitian geologi terverifikasi.
  2. Topographic-map.com — “Rote Ndao Topographic Map / Peta Elevasi”. Peta topografi digital bersumber dari data SRTM NASA. Menampilkan kontur elevasi dengan titik tertinggi (Bukit Musaklain, 444 mdpl).
  3. Universitas Gadjah Mada (UGM) — Indonesian Journal of Geography, ISSN 0024-9521. Jurnal ilmiah terindeks Scopus, antara lain mempublikasikan artikel tentang perubahan garis pantai dan dinamika pesisir di Kabupaten Rote Ndao.
  4. Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang — Jurnal Geografi. Penelitian geografis tentang kerentanan pesisir, karakteristik lingkungan, dan pemetaan wilayah Kepulauan Rote Ndao.
  5. Fox, James J. (1977)“Harvest of the Palm: Ecological Change in Eastern Indonesia”. Cambridge, MA: Harvard University Press, 333 hlm. ISBN 9780674381007. Harvard University Press. Kajian klasik antropologi-ekologi tentang masyarakat Rote dan Timor — salah satu studi akademik internasional paling awal dan komprehensif tentang ekologi, geografi manusia, dan sistem perladangan di Pulau Rote. Sumber historis tertua yang masih dirujuk hingga kini.
  6. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) — Repositori Ilmiah Nasional. Publikasi dan riset LIPI/BRIN mencakup biodiversitas Pulau Rote, geologi kepulauan, serta aspek sosial-ekologi Nusa Tenggara Timur.
🟢 SUMBER MEDIA & REFERENSI PENDUKUNG
  1. Detik Bali — “Mengenal Pulau Rote: Sejarah, Nama Suku, Tradisi, hingga Kondisi Geografis”, 7 Juni 2025. Liputan populer tentang kondisi geografis dan demografis Pulau Rote.
  2. “Kemendagri Resmi Terbitkan Surat Berisi Kode Wilayah untuk Kecamatan Loaholu” — roolnews.id, 16 Juli 2020. Sumber primer tentang pemekaran kecamatan ke-11.
  3. Google Maps — Rote Ndao, NTT. Citra satelit, data geospasial, dan informasi lokasi sebagai referensi visual pendukung.
📋 Keterangan Metodologis:
Referensi di atas dipilih berdasarkan tiga kriteria: (1) Otoritas lembaga — BPS, BIG, Kemendagri, BMKG, Kemenkeu, KKP, dan BRIN adalah lembaga pemerintah/riset resmi negara; (2) Verifiability — semua sumber dapat diakses dan diverifikasi oleh publik; (3) Relevansi tematik — data yang dicantumkan bersumber langsung dari publikasi atau basis data masing-masing lembaga.

Sumber-sumber lebih tua seperti laporan kolonial Belanda abad ke-19 (antara lain karya G. Heijmering, 1843 dalam Tijdschrift voor Nederlandsch Indië) dan kajian filologi J.C.G. Jonker (1905, Rottineesche Spraakkunst) tidak dicantumkan karena aksesnya terbatas pada perpustakaan fisik/khusus, namun keberadaannya dicatat sebagai referensi historis untuk penelitian akademik lebih lanjut.

Catatan: Halaman ini disusun berdasarkan sumber-sumber yang tercantum. Jika Anda menemukan ketidakakuratan data, silakan hubungi Kurator untuk koreksi.
Scroll to Top